Resume: The Next 100 Years – A Forecast of 21ST Century

Buku ini diterbitkan oleh Doubleday pada tahun 2009 ditulis oleh George Friedman, pendiri dan CEO Stratfor yang bergerak di bidang intelijen swasta. Melalui analisis sejarah dan identifikasi serta interpretasi geopolitik, teknologi, demografi, budaya dan militer, dibumbui dengan permainan “tebak-tebakan”, Friedman ingin membawa pembaca kepada a sense of the future tata dunia 100 tahun yang akan datang dilihat dari kaca mata Amerika Serikat sebagai sentral kekuatan dunia. Menurutnya, apa yang akan terjadi di Amerika Serikat dan hubungannya dengan yang terjadi di luar Amerika Serikat pada akhirnya akan menentukan wajah dunia pada abad ke-21 ini.

Friedman menulis:
“We are now in an American-centric age. To understand this age, we must understand the United States, not only because it is so powerful but because its culture will permeate the world and define it. … So studying the twenty-first century means studying the United States”.

Terdengar sombong namun inilah kombinasi unik budaya Amerika antara kesombongan dan kepercayaan diri yang terus menerus di rongrong ketakutan-ketakutan. Friedman menjelaskan kepercayaannya ini dengan beberapa fakta yang menarik. Seperti contoh ia menjelaskan bahwa pada tahun 2007, Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika adalah $14 bilyun ketika produk domestik bruto dunia adalah $54 bilyun. Itu berarti bahwa AS menguasai 26% dari PDB dunia melebihi PDB empat negara dengan ekonomi terbesar apabila disatukan yaitu Jepang, Jerman, Cina, dan Inggris. Dia meyakini juga bahwa siapapun yang mengendalikan lautan didunia ini, maka ia juga yang mengatur aliran penyebaran kekuatan militer dan ekonomi. Sekarang Amerika memiliki kontrol atas laut dunia, dimana tidak ada negara bahkan tidak juga Inggris pada Abad ke-19 yang pernah mengalami hal ini. Dominasi inilah bukti nyata bahwa 100 tahun ke depan, wajah dunia akan terus dipengaruhi Amerika Serikat.

Memang tema menyeluruh dalam buku The Next 100 Years ini adalah keyakinan Friedman bahwa abad ke-21 akan menjadi abad milik Amerika Serikat. Dia menjelaskan bahwa pada tahun 1991 ketika Uni Soviet runtuh, maka Era Amerika dimulai. Dalam artian Amerika Serikat menguasai seluruh kebijakan yang ada didunia. Ketika Amerika Serikat tidak lagi memiliki mitra untuk menyeimbangkan kekuatan mereka, maka kekuatan Amerika Serikat akan mempengaruhi segala hal yang ada di muka bumi ini.

Namun, ada yang menarik dari buku ini adalah prediksi Friedman tentang akan munculnya tiga kekuatan besar pada pertengahan abad ini, yaitu Jepang, Turki, dan Polandia. Dengan alasan-alasan sebagai berikut:

Pertama, Jepang merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, dengan distribusi pendapatan, struktur ekonomi dan sosial yang jauh lebih stabil daripada Cina. Jepang juga mempunyai angkatan laut (maritim) terbesar walaupun sejak Perang Dunia II, tentara dan angkatan lautnya telah resmi menjadi non-agresif “self-defence forces“. Hal-hal ini merupakan aset dasar kekuatan nasional Jepang yang penting dalam jangka panjang, karena jepang tidak akan selamanya menjadi marginal pacifist power. Menurut Friedman Jepang akan muncul mengambil kekuasaan di kawasan Pasifik barat laut termasuk China dan timur (Pasifik) Siberia Rusia, dengan demikian akan menjadi penantang dalam kontrol laut oleh Amerika Serikat.

Kedua, Turki sekarang pemain besar ke-17 ekonomi dunia dan ekonomi Islam. Militernya terkuat di Eropa termasuk kekuatan maritimnya, selain dari angkatan bersenjata Inggris. Pengaruhnya sudah dirasakan di Kaukasus, Balkan, Asia Tengah dan dunia Arab. Paling penting, secara historis selama berabad-abad Turki telah teruji sukses menjadi pusat pemimpin di dunia Muslim (selama masa kekhalifahan Turki Usmani) dan menjadi jembatan untuk seluruh dunia. Jika Rusia melemah, Turki akan muncul sebagai kekuatan dominan di wilayah itu, termasuk Mediterania timur.

Ketiga, Polandia memiliki ekonomi terbesar ke-18 di dunia dan kedelapan terbesar di Eropa. Polandia adalah aset strategis yang vital bagi Amerika Serikat dalam persaingannya dengan Rusia, Polandia merupakan perbatasan geografis antara Eropa dan Rusia dan tameng geografis dalam setiap upaya untuk mempertahankan Baltik. Selain itu Friedman menerangkan, Polandia akan diuntungkan dengan merosotnya kekuatan Jerman. Setelah tahun 2020 Jerman diprediksi akan kehilangan kemauan politik dan kepercayaan diri sebagai kekuatan ekonomi yang paling dinamis di benua itu akibat krisis ekonomi. Saat itu terjadi Polandia mengambil alih pengaruh dan mendirikan Blok Polandia yang melampaui apa yang pernah Jerman impikan yakni meliputi Eropa Barat dan Daya Tengah.

Kebangkitan Jepang dan Turki tersebut di atas mengancam kepentingan Amerika yang pada akhirnya mengarah kepada perang global berikutnya sekitar tahun 2050. Perang global tersebut menciptakan Perang Dunia Ketiga. Namun menurut Friedman, ada yang berbeda dengan Perang Dunia I dan II. Dalam Perang Dunia Ketiga ini akan berbasis satelit dan persenjataan luar angkasa. Maka tak ayal, saya sebagai pembaca seperti disuguhi cerita fiksi ilmiah versi film Star Wars. Perang ini akan dimulai dengan serangan menyelinap “gaya Pearl Harbor” oleh koalisi Turki-Jepang kepada stasiun ruang angkasa militer Amerika Serikat. Friedman menggambarkan basis rahasia koalisi Turki-Jepang berada di ujung bulan. Dengan menggunakan roket berbahan bakar batu bulan, dikirim ke orbit geosynchronous yang terlihat seperti asteroid biasa, ketika sudah berada dalam jarak dekat, roket mereka menembak armada ruang angkasa Amerika Serikat tepat pukul 17:00 pada tanggal 24 November 2050, saat itulah dimulai Perang Bintang. Amerika Serikat membalas dengan serangan senjata hipersonik terhadap pasukan Jepang dan Turki. Setelah sekitar dua tahun pertempuran, Amerika dan sekutunya Polandia akan muncul sebagai pemenang.

Lantas bagaimanakah dengan China yang sekarang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan militer dunia yang disebut-sebut akan menjadi penantang utama Amerika Seraikat?. Cukup mengejutkan, Friedman menegaskan bahwa perkembangan ekonomi China yang pesat sejak tahun 1980 akan menyebabkan tekanan internal dan ketidaksetaraan dalam masyarakat yang akan mengakibatkan fragmentasi wilayah negara, terutama untuk alasan ekonomi. Friedman menegaskan pula bahwa China secara formal tetap bersatu, tetapi pemerintah pusat China secara bertahap akan kehilangan banyak kekuatannya dan berhenti menjadi pemain ekonomi global pada tahun 2020-an. Begitu juga dalam bidang militer, China tidak memiliki sejarah sebagai kekuatan besar di lautan dan posisi China terisolasi dan sulit untuk ekspansi.

Adapun Rusia, akan mengalami siklus kembali menjadi musuh bersama dunia Barat dan Amerika seperti pada masa Perang Dingin. Dengan keinginginannya menegaskan kembali kekuatan dan pengaruhnya ke Asia Tengah, menuju Kaukasus, ke arah Barat, Baltik, dan Eropa Timur. Namun yang pasti negara-negara tersebut tidak akan mau lagi jatuh pada dominasi Rusia seperti pada zaman Uni Soviet. Hal ini menjadikan Rusia tidak akan menjadi kekuatan global dalam dekade berikutnya. Akhirnya, bagaimanapun juga kekuatan Amerika Serikat-lah yang akan tetap berada diatas, dibidang ekonomi dan strategi.

Hal yang paling mengejutkan adalah prediksi Friedman bahwa dalam 20 tahun terakhir sekitar tahun 2080-2100, ternyata negara yang berani menantang kekuatan Amerika Serikat adalah tetangga terdekatnya yakni Meksiko. Menurut Friedman akan ada konflik serius antar Amerika Serikat dengan Meksiko terutama masalah perbatasan. Menurut Friedman, sebagai negara dengan PDB tertinggi ke-15 di dunia, seharusnya Meksiko tidak dianggap remeh pada kemampuannya untuk menjadi negara besar dan melakukan konfrontasi dengan menantang integritas toritorial Amerika Serikat. Meksiko memang memiliki masalah sejarah perbatasan dengan Amerika Serikat, ribuan imigran asal meksiko telah datang ke Amerika Serikat baik legal maupun illegal dan membuat kantong-kantong koloni di wilayah tersebut. Sepanjang perbatasan dari Pasifik ke Teluk Meksiko terdapat koloni dari orang-orang asal Meksiko. Banyak daerah utara Meksiko yang disita Amerika Serikat sekarang kembali didiami oleh orang Meksiko. Di Texas, koloni Meksiko jauh ke dalam negara, seperti halnya di California. Bila ini tidak direspon oleh Pemerintah Amerika Serikat maka akan menjadi kendala dikemudian hari yakni pergeseran demografis Amerika Serikat.

Dengan diprediksinya Meksiko menjadi bangsa yang makmur dan kuat, meksiko akan mempunyai power untuk mengklaim wilayah-wilayah itu sebagai wilayah mereka sendiri. Dan secara karakter budaya, meksiko diuntungkan karena imigran asal meksiko berbeda dengan imigran asal Afrika yang sudah kental dengan budaya Amerika Serikat. Imigran asal Meksiko tetap tidak dipisahkan keterkaitannya dengan tanah air mereka. Mereka bergerak beberapa mil melintasi perbatasan ke Amerika Serikat namun tetap menjaga hubungan sosial dan ekonomi mereka ke tanah air mereka.

Demikian ulasan buku The Next 100 Years – A Forecast of 21ST Century yang saya fokuskan ulsannya kepada geopolitik di luar Amerika Serikat yang terkait pertahanan keamanan, teknologi, ekonomi dan demografi yang di prediksi Friedman akan mengancam kepentingan Amerika Serikat. Dan tidak membahas prediksi Friedman mengenai kejadian yang akan timbul di internal Amerika Serikat hubungannya dengan masalah krisis keuangan raksasa yang akan dialaminya, masalah baby boom dan kekurangan penduduk sekitar tahun 2030-an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s